Asam - Basa I

Jenis-Jenis Larutan
Larutan adalah campuran homogen antara dua zat atau lebih. Larutan terdiri dari zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent). Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan dapat dibedakan menjadi larutan elektrolit dan non elektrolit.

A. Larutan Elektrolit
Bila zat terlarutnya berupa zat elektrolit.
* Zat terlarut dapat terionisasi
* Larutannya dapat menghantarkan listrik
* Meliputi asam, basa, dan garam

Larutan elektrolit terbagi dalam 2 jenis
B. Larutan Non Elektrolit
Bila zat terlarutnya berupa zat non elektrolit
* Zat terlarut tidak terionisasi
* Larutannya tidak menghantarkan listrik
* Meliputi zat selain asam, basa, dan garam (misal: gula, alkohol dll)

Garam adalah zat elektrolit yang dihasilkan dari reaksi antara asam dan basa. salah satu garam yang paling banyak dijumpai adalah natrium klorida (garam dapur) yang dapat dihasilkan dari reaksi antara natrium hidroksida dengan asam klorida. Nah, sebetulnya apa sih asam dan basa itu? mari kita bahas selanjutnya.

Teori Asam Basa
Terdapat tiga teori yang menerangkan mengenai asam-basa yaitu, teori asam-basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis. Pada tingkat SMA, hanya dua teori yang dibahas yakni teori asam-basa Arrhenius dan Bronsted-Lowry.

Teori Asam-Basa Arrhenius
Asam: Zat yang dapat menghasilkan ion H+ dalam larutan
Valensi Asam: jumlah ion H+ yang dihasilkan dari 1 molekul asam
Contoh:




Basa: zat yang dapat menghasilkan ion OH- dalam larutan.
Valensi Basa: jumlah ion OH- yang dapat dihasilkan dari 1 molekul basa
Contoh:



Teori Asam-Basa Bronsted-Lowry
Asam: zat yang dapat memberikan H+ pada zat lain (donor proton)
Ciri: harus memiliki atom H

Basa: zat yang dapat menerima H+ dari zat lain (akseptor proton)
Ciri: harus memiliki pasangan elektron bebas (PEB)

Pasangan Asam-Basa Bronsted-Lowry juga pasangan asam-basa konjugasi.
Ciri: hanya berbeda satu H+ 
Contoh:



  • HA dan A- adalah pasangan asam-basa konjugasi, dengan HA sebagai asam dan A- sebagai basa (yang mempunyai jumlah atom H lebih banyak berperan sebagai asam).
  • B dan HB+ adalah pasangan asam-basa konjugasi, dengan B sebagai basa dan HB+ sebagai asam
Untuk mencari:
Asam Konjugasi --> tambahkan satu H+ pada zat tersebut
Basa Konjugasi --> kurangi satu H+ dari zat tersebut

Dalam pasangan asam-basa konjugasi:
* Makin kuat suatu asam/basa, maka makin lemah basa/asam konjugasinya
* Makin lemah suatu asam/basa, maka makin kuat basa/asam konjugasinya.

Teori asam-basa Lewis
Asam: Zat yang menerima (akseptor) pasangan elektron
Basa: Zat yang memberi (donor) pasangan elektron
Indikator Asam-Basa
Asam basa dapat dikenali dengan menggunakan suatu zat yang disebut Indikator, yaitu zat yang berubah warna jika dimasukkan dalam larutan asam atau basa. Indikator yang paling banyak dipergunakan antara lain:
* Kertas lakmus: Indikator ini hanya menunjukkan apakah suatu zat bersifat asam atau basa, tetapi tidak menunjukkan nilai pH.
* Cairan fenolftalein (pp): Indikator ini memiliki kisaran pH yaitu 8,3-10,0 (tak berwarna-merah muda)
* Indikator Universal: Indikator yang mempunyai warna standar yang berbeda untuk setiap nilai pH 1-14, derajat keasaman dapat diukur secara akurat.
* pH meter: alat digital ini memberikan nilai pH yang lebih akurat daripada indikator universal.

Kekuatan Asam-Basa
Asam dan Basa Kuat. Asam atau basa bisa dikatakan kuat apabila terionisasi sempurna dalam larutan. zat zat berikut adlah beberapa asam dan basa kuat  yang sering dijumpai:
Asam Kuat: HCl, HBr, HI, HNO3, H2SO4, HClO4
Basa Kuat: NaOH, KOH, Ba(OH)2, Ca(OH)2, Mg(OH)2

Jadi bila kita melarutkan HCl (misalnya) maka dalam larutan kita tidak akan menemukan molekul HCl karena semuanya terurai menjadi H+ dan Cl-  

Asam dan Basa lemah. Asam atau Basa lemah hanya terionisasi sebagian dalam larutan. Reaksi ionisasinya merupakan reaksi kesetimbangan, sehingga mempunyai suatu tetapan kesetimbangan (K).
 Salah satu asam lemah yang paling terkenal adalah asam asetat (asam cuka), CH3COOH dan basa lemah yang paling terkenal adalah Amonia NH3.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment